Berawal dari rasa ngantuk yang
tak kunjung datang. Aku, Intan dan Bahar nongkrong di luar gerbang hotel tempat
kami menginap selama di Bali. Jujur, baru dua kali aku berkunjung ke Bali dan
belum pernah sama sekali merasakan kehidupan malam disini.
“AYO MAIN KE LEGIAN!”
“Ngapain? Kita kesana naik apa?”
“Nyari tempat asik laaah..”
“Gampang kalo mau kesana. Ada
yang punya nomer taksi burungbiru?”
“Googeling aja gampang.”
Bermodalkan kuota yang hampir
habis, kami bertiga mencoba untuk mencari nomer telfon burugbiru sama nyari
tempat-tempat kongkow di Bali.
Aku agak goyah pas mereka
bener-bener order taksi. Disini keadaannya aku anak yang paling agak cupu.
Takut keluar malem. Kalau di rumah, nggak pulang jam 10 saja pasti sudah ada 10
juta kali misscall dari nyokap. Tapi demi masa depan yang lebih indah dan demi
blog ini, aku membulatkan toket tekat sebulat dada pevita pearce.