“Apa yang bisa dibanggakan dari
Batang?”
Pertanyaan yang agak menyulitkan
untuk dijawab bagi saya yang hampir 22 tahun tinggal di kabupaten muda ini. Beda lagi
jika ada yang bertanya “Apa yang paling dibenci dari Batang?” paling tidak,
saya akan lebih fasih menjawab pertanyaan itu.
Kabupaten yang baru berulang
tahun yang ke-52 ini sebenarnya semakin hari selalu berubah ke arah yang
semakin baik. Mulai dari infrastruktur, sampai kualitas sumber daya manusianya.
Masyarakat mulai semakin sadar untuk bersama-sama membangun Batang. Bupati Batang,
Bapak Wihaji beserta para staff dan tentunya warga Batang sudah bekerja keras
untuk membuat Batang lebih indah, lebih nyaman, dan lebih dikenal.
Pemerintah Kabupaten Batang mulai
sadar untuk memajukan kabupaten ini melalui sektor wisatanya. Sektor wisata merupakan salah satu kekayaan yang sangat berpotensi untuk memajukan Batang. Hal ini dapat
dilihat dari tema Hari Jadi Kabupaten Batang tahun ini yaitu “AYO INVESTASI DANPIKNIK NENG BATANG”.
Dalam tema tersebut, bupati
berharap agar kedepan Kabupaten Batang bisa berkembang melalui investasi dan para
wisatawan yang berkunjung ke Batang untuk menikmati tempat-tempat wisata yang
ada.
Penggunaan tema tersebut di tahun ini
semoga menjadi awalan yang bagus. Tapi menurut saya pribadi, tema yang
masih belum terlihat secara maksimal di acara Hari Jadi Kabupaten Batang
kemarin. Kesannya seperti masih kurang persiapan.
Kurangnya kesiapan menggunakan
tema dapat tercermin dari kirab budaya yang diadakan pada hari minggu, 8 April.
Tidak ada yang istimewa dari
kirab ini, masih seperti tahun-tahun sebelumnya. Hal ini juga diamini oleh Kepala Bagian Hubungan Masyarakat
Kabupaten Batang, Triyossi Juniarto yang mengatakan bahwa perayaan HUTKabupaten Batang memang tidak jauh berbeda dengan kegiatan tahun sebelumnya
tetapi tetap ada hal yang baru yang ditampilkan pada masyarakat.
Hal baru yang bisa saya lihat
dari acara ini yaitu adanya beberapa satwa dan gunungan hasil bumi yang ada di
kirab budaya.
Meskipun demikian, acara ini
tetap ditunggu-tunggu oleh sebagian besar warga Batang sebagai hiburan.
Warga memenuhi jalanan, mulai
dari Alun-Alun Batang, Jalan Ahmad Yani, Jalan Gajah Mada, Jalan Ahmad Dahlan,
Brigjen Katamso, Jalan Diponegoro hingga Jalan Veteran.
Semoga saja pemerintah serius dalam memajukan sektor wisata Kabupaten Batang agar para wisatawan tidak kecewa saat sampai di kabupatenku tercintaa ini.
SELAMAT HARI JADI KE-52 KABUPATEN BATANG!
Semoga! BATANG SEMAKIN DIKENAL DAN SEMAKIN KEREN!









Kayak jember gitu ya konsepnya,,
ReplyDeletetapi masih ala kadarnya mas.. belum terkonsep..
Deletesemoga saja bisa seperti di Jember
njrr
ReplyDeleteseperti costum masquerade
wah generasi 90an ini :D
DeleteEkspresi peserta karnaval harus tampil ekspresif agar kesenian yang sedang diperagakan terlihat ada ' nyawanya' .
ReplyDeleteKalau ngga, pawai hanya terlihat seperti iring-iringan biasa saja.
Semoga tahun depan acara pawai ulang tahun kota yang terkenal dengan slogan Batang Berkembang ini berjalan lebih meriah dan mampu menarik minat kunjungan dari kota-kota lain.
kemarin ini ngebosenin banget.. semoga aja tahun berikutnya jadi lebih baik lagi
Delete