ping fast  my blog, website, or RSS feed for Free Catatan Brutal: Riwayat Hidup Part II

Wednesday, 4 September 2013

Riwayat Hidup Part II


            Dulu aku masih cupu, masih lugu, suka makan brutu. Awal masuk SMP, begitu banyak hal baru yang aku dapat. Tapi adaptasinya sulit banget, kayak pdkt sama cewek yang udah punya pacar, dan pacarnya itu superman. Susah kan?
           Baru minggu pertama masuk sekolah aja aku udah jadi korban bully. Emang sih.. wajah aku yang mirip sama suneo ketimpuk ee’ kebo ini kayak udah ada tulisannya dijidat “silahkan di-bully”.
              Bahkan aku pernah berpikir untuk pindah sekolah. Iya, pembullyan memang berdampak besar bagi perkembangan psikologis-ku. Tapi untungnya aku cepat tertolong, karena aku sempat bercerita kepada kedua orangtuaku, dan mereka juga cepat bertindak dengan melaporkan anak yang membullyku ke wali kelasku. Ah.. sudah lah... masa-masa pertama masuk SMP memang penuh dengan kepahitan.
            Waktu berjalan begitu cepat... nggak terasa aku udah kelas 9, dan akan menempuh ujian nasional. Walaupun udah kelas 9, dan pada waktu itu umurku udah 13 tahun. Tapi aku belum mimpi basah juga. Dan suaraku masih seperti suara cewek kena radang tenggorokan. Aku juga belum mengerti apasih cinta itu? Apasih pacaran itu? Yang aku tahu hanyalah A + B ≠ C. Aku hanya fokus pada ujian nasional.
            SMP bagiku adalah Sekolah Masa Penderitaan. Bagaimana tidak?! Saat pertama masuk aku udah jadi korban bully. Dan dua bulan sebelum aku mengikuti ujian nasional aku harus rela kehilangan orang yang paling menginspirasiku, yaitu ayahku sendiri. Aku sangat menyesal dengan kepergian beliau, karena aku tidak ada disisinya pada saat-saat terakhirnya. Alasanku tidak berada disana bukan karena aku sekolah, atupun mengikuti les, tapi... aku ada di warnet untuk main Point Blank. Aku merasa sangat bersalah. Ingin rasanya kuulangi waktu itu. Sempat terbersit juga dibenakku untuk menjemput beliau, utuk meminta maaf. Yah... namanya juga anak kecil, pikiranku saat itu masih pendek. Terjadi perang dingin di pikiranku. Apa yang aku lakukan? Apakah aku anak yang durhaka? Apakah ayah sudah memaafkan kesalahanku yang sering aku perbuat? Apa yang bisa aku lakukan tanpa ayah?! Tuhaaaaaan.... cabutlah nyawaku ini, agar aku bisa berkumpul lagi dengan ayaku Tuhaaaan! Tapi support dari orang-orang disekelilingku yang masih menyayangiku menjadikanku pribadi yang dapat merelakan kepergian beliau. SHOW MUST GO ON MAN! Cobaanku belum selesai sampai disitu. Sepuluh hari sebelum hari H ujian nasional aku terserang penyakit DBD dan Tipes. Mungkinkah Tuhan masih ingin meliahat bagaimana aku bangun dari cobaannya? Saat sakit aku sering menyalahkan Tuhan. Apakah dengan kepergian ayahku tidak cukup?! Aku tahu ini salah, tapi aku selalu berusaha berfikir positif saja. Mungkin dibalik semua ini akan ada masa depan yang lebih indah.
            Akhirnya aku boleh keluar dari rumah sakit, dan itu sehari sebelum dilaksanakannya ujian nasional. Sepuluh hari itu aku tidak membuka buku sedikit pun. Aku hanya pasrah, apa yang sudah aku lakukan selama tiga tahun ini dengan penuh keringat pasti akan membuahkan hasil yang memuaskan.
            Ujian hari pertama sampai hari terakhir alhamdulillah lancar tanpa halangan sedikitpun. Setelah ujian nasional masih ada ujian sekolah dan ujian praktik. Yap... seperti halnya hidup, setelah menyelesaikan ujian satu, masih ada ujian lainnya.
            Tibalah disaat yang paling ditunggu-tunggu, PENGUMUMAN KELULUSAN. Hari itu menjadi sangat angker. Rasanya jantung berdetak 200 kali per detik. Satu detik terasa satu jam. Dan dimalam hari sebelumnya, mata jadi seperti indomaret 24 jam, nggak mau ditutup. Insomnia melanda.... tapi jam delapan malem udah molor~
            Waktu itu pun datang. Berkat usahaku selama ini dan do’a orang-orang yang menyayangiku. Aku pun lulus dengan nilai yang memuaskan. Yah, walaupun nggak masuk sepuluh besar paralel. Tapi aku sudah puas.
Ceritaku  masih berlanjut di postingan berikutnya yang berisi tetnang kehidupanku di masa putih abu-ab. Masa paling indah (katanya).
 DON’T MISS IT :)))

No comments:

Post a Comment