ping fast  my blog, website, or RSS feed for Free Catatan Brutal: Tuntunan Backpacers Mencari Bidadari

Friday, 18 May 2018

Tuntunan Backpacers Mencari Bidadari

Tuntunan Backpacker Mencari Bidadari


 “Apa yang bisa dibanggakan dari kabupaten Batang?” adalah pertanyaan tersulit. Mungkin akan lebih mudah menjawab soal-soal aljabar. Setahu saya, yang terkenal dari kabupaten Batang hanya satu yaitu ‘Alas Roban’. Hutan yang (dulunya) sangat lebat ini sudah terkenal hingga ibu kota tapi bukan sebagai destinasi travelling. Hutan atau alas ini terkenal karena ke-mistis-an-nya.

Ada cukup banyak surga-surga kecil disini. Yang sedang kekinian bagi kalangan pemuda Batang adalah menjelajahi curug-curug indah yang tersembunyi di sekitar wilayah Kabupaten Batang. Kebetulan, tanggal 27 kemarin saya baru saja mengunjungi salah satunya. Curug yang saya kunjungi ini bernama ‘Curug Bidadari’.

Saya akan menunjukan cara bagaimana untuk sampai di Curug Bidadari dari alun-alun Batang. Untuk mencapai curug bidadari dapat ditempuh melalui 3 jalur.

1. Darat: 1,5 jam
2. Laut: 2 bulan
3. Udara: 10 tahun


Untuk mengefisiensikan dana dan waktu, hanya opsi nomer 1 yang paling masuk akal untuk sampai ke Curug Bidadari.

Menaiki angkutan kota bukan cara terbaik untuk Anda dapat pergi ke curug. Dengan menggunakan angkot, Anda justru akan mengeluarkan biaya yang sedikit lebih mahal. Tapi karena Anda adalah seorang backpaker, saya pikir Anda tidak membawa kendaraan pribadi dan itu adalah salah satu cara yang paling mudah untuk sampai ke curug. Carilah angkot berwarna merah. Untuk informasi saja, di Batang ada dua jenis angkot dengan warna yang berbeda dengan jurusan yang berbeda pula.
Setelah Anda masuk kedalam angkot yang berwarna merah, duduklah di dekat supir. Mintalaah supir untuk menurunkan Anda di desa Sodong. Si supir akan paham dengan maksud Anda. Dan jika dia tidak paham, gantilah bahasa yang Anda gunakan. Mungkin saja Anda menggunakan bahasa hewan saat berbicara dengan supir tadi.

Saat Anda sudah turun di gapura pintu masuk ke desa Sodong, berhentilah di gapura sebentar lalu selfie di depan gapura. Tapi pastikan tidak ada kendaraan yang lewat jika Anda tidak ingin ditabrak. Dan jangan lupa untuk meng-upload-nya di instagram, path, twitter, dan facebook. Setelah itu Anda tinggal harus berjalan lurus kedepan, akan ada petunjuk arah jika harus berbelok. Jika berjalan kaki dari gapura, paling tidak Anda akan sampai di curug bidadari 24 jam setelah keberangkatan. Karena saya baik hati dan tahu kemampuan kaki Anda, saya akan menyarankan untuk naik ojek. Bukan ojek online, karena di Batang belum ada ojek online.

Curug Bidadari
(perjuangan melewati hutan pinus)
Di dekat gapura tadi, Anda akan menemui pangkalan ojek. Pintar-pintarlah menawar ojek. Jika beruntung, Anda akan mendapatkan harga yang sangat miring.

Saat tukang ojek sudah menurunkan Anda maka itu tandanya untuk membayar ongkos sesuai perjanjian tadi dan saatnya bagi Anda untuk berjalan menyusuri pohon-pohon pinus.

Perjalanan menyusuri hutan pinus akan membutuhkan waktu selama 10 menit dengan cara berlari dan jika Anda adalah Gareth Bale. Perjalanan ini membutuhkan kurang lebih 25 menit dari parkiran motor. Anda tidak perlu takut akan tersesat disana karena di sepanjang jalan ada baliho-baliho berwarna kuning yang akan memandu jalan.

Medan yang naik turun tentunya akan membuat tenaga Anda terkuras dan merasa lapar atau dahaga. Perjalanan ke curug memang di tengah hutan pinus, tapi tetap akan ada pedagang yang akan mengisi tenaga Anda. Mungkin hanya ada di Indonesia, warung-warung berjejeran di tengah hutan.

Suara air jatuh yang membuat tenang akan membuat Anda semakin bersemangat melangkah. Sampailah Anda di curug bidadari, akan tampak sebuah kolam yang tercipta tepat dibawah air terjun. Anda dapat menikmati segarnya air dan udara secara bersamaan di tempat yang menakjubkan ini. Umpatan dan keluhan Anda selama perjalanan, seketika akan sirna saat melihat indahnya Curug Bidadari. Jika beruntung, bahkan Anda akan menemukan bidadari-bidadari yang sedang memanjakan tubuh menggoda mereka.
"Wisata Yogyakarta: Menjamah Istana Air Taman Sari
Tuntunan Backpacker Mencari Bidadari


Curug Bidadari
(bidadari yang sedang mandi)

Penampakan di curug bidadari
(ekspektasi bertemu bidadari, realita bertemu dugong)
Penampakan dugong yang ada di curug bidadari
(ternyata sekarang sedang musim kawin dugong)
Sebenarnya ada satu opsi lagi untuk Anda yang tidak mau repot naik angkot. Cukup hubungi saya via LINE. ID line saya sudah tertera di bio instagram @mahaishis. Satu hal yang perlu Anda ingat, saya hanya akan melayani backpacker perempuan.


No comments:

Post a Comment