Indonesia adalah negara yang memiliki banyak sekali pantai-pantai indah. Mungkin seumur hidupmu tidak akan cukup untuk menelusuri seluruh pantai-pantai indah yang ada di Indonesia.
Selalu ada ketenangan dan
kebahagiaan saat berlibur di pantai.
Beberapa waktu lalu, saya
berlibur ke salah satu pantai paling indah yang ada di Jawa Tengah. Namanya
pantai Bandengan, Jepara.
Letaknya sendiri tak jauh dari kota Semarang. Sekitar dua jam setengah perjalanan naik motor. Motor menjadi pilihan paling disarankan untuk kalian sobat mikin seperti saya agar sampai ke pantai Bandengan tanpa memotong uang makan. Tapi yang perlu diingat, dengan naik motor kalian harus bisa menahan hawa panas khas daerah pesisir.
Sepanjang perjalanan, melewati
persawahan dan perkebunan, mulai dari kebun jagung, kebun singkong, kebun
sengon. Mungkin saya masih apes, waktu itu bukan waktu yang tepat untuk
melewati jalanan menuju ke Jepara. Jalan rusak tanpa terlihat tanda-tanda akan
diperbaiki ditambah debu-debu berterbangan lumayan membuat paru-paru saya
hampir copot.
Setelah melewati bukit dan
lembah, sampai lah saya di pantai Bandengan. Saya sampai di sana sekitar pukul
19.00. Sengaja biar sampai di pantai jam segitu karena mau campping di pantai
Bandengan.
“Dua puluh ribu mas.” kata
bapak-bapak tanpa ba bi bu, langsung meminta uang untuk tiket masuk.
“Pak, di sini boleh buat campping
kan?”
“Boleh mas, asal jangan buat api.
Besok sebelum jam sembilan, tenda harus sudah dibongkar.”
Btw, dua puluh ribu tadi tiket
untuk empat orang dan dua motor ya! Bukan satu orang.
Begitu sampai pantai, langsung
mencari spot untuk mendirikan tenda. Nah, di sini yang agak sulit. Berhubung
saat itu adalah malam minggu, jadi banyak spot sepi yang sudah ditempati
pasangan muda-mudi untuuuuuuuuuuk..... gitu lah.
Jadi lah tenda kami, satu tenda
diisi empat orang dengan penerangan secukupnya.
Ternyata nih, nama asli dari pantai ini adalah Pantai Tirto Samudro atau juga sering disebut Pantai Klein Scheveningen. Nama Pantai Bandengan sendiri adalah nama yang lebih dikenal masyarakat secara umum. Ada sebuah cerita yang melatar belakangi nama “Bandengan”. Pada jaman dulu Amir Hasan, putra dari Sunan Muria diperintahkan untuk memperdalam dan mengembangkan ajaran Islam di pulau Karimunjawa. Setibanya di Pantai Tirto Samudro beliau melihat banyak sekali ikan bandeng sehingga daerah ini (dan juga pantai) dinamakan Bandengan. Coba deh kalau yang beliau lihat banyak bocah kencing di pantai. Jadi apa nama pantai ini?
Udah ya, pembahasan nama
pantainya cukup sampai di situ.
Suasana malam di pantai Bandengan
sungguh menakjubkan. Suara ombak, angin sepoi-sepoi dan pemandangan langit yang
berhias bulan dan bintang membuat suasana menjadi romantis. Tidak heran banyak
pasangan yang menghabiskan waktu malam minggu di sini.
Bangun pagi di sini alarmnya
suara ombak sama kicauan burung. Keren banget. Jadi pengen bikin rumah di
pinggir pantai.
Pantai Bandengan memiliki pasir
putih yang membentang, ditambah ombak yang tidak terlalu besar, jadi aman jika
bermain air di sini.
Tapi ternyata semua keindahan ini tidak berhenti sampai di pantai Bandengan saja. Pulau kecil yang letaknya tidak jauh dari pantai ini juga kami jelajahi. Berkat rayuan setan dari seorang pemuda lokal yang berwajah mirip bencong Thailand, berangkatlah kami menuju pulau Panjang. Hanya sekitar tiga puluh menit perjalanan menggunakan perahu tradisional, kami sudah sampai di dermaga pulau Panjang. Dan ternyata tidak hanya pulaunya yang panjang,
Pasir dan air di pulau ini lebih bersih dari pada di pantai Bandengan. Kata-kata indah tidak akan cukup menggambarkan keindahan panorama di pulau Panjang. Kalian harus membuktikan sendiri!
Melihat pasir putih yang lembut selembut suara Raisa, bisa
membuat saya lupa diri. Padahal panas terasa begitu menyengat sekali. Terpaksa
kami tidak berlama-lama berada di pulau Panjang. Mungkin lain kali saat ada
yang diajak gandengan akan lebih lama di pulau ini.
Oh iya, biaya sewa kapal dari pantai Bandengan sampai ke
pulau Panjang tiga puluh ribu rupiah per orang. Kalau tidak mau berbagi kapal
dengan rombongan lain, bisa sewa satu perahu sekitar empat ratus ribu rupiah.
Berhubung kami sudah kelelahan dan juga masih harus
mengarungi kejamnya jalan rusak dengan sepeda motor, kami memutuskan untuk
menyudahi liburan di Jepara.














Wah, tempatnya kelihatannya bagus. Petunjuk jalannya jelas gak? Atau harus pakai nyasar-nyasar dulu karena jalannya gak ada di GoogleMaps?
ReplyDeleteKalau sudah masuk Jepara, ada plang petunjuk arah ke pantai bandengan kak.. tinggal ngikutin aja. kalau bingung, tanya warga sekitar.. daripada tanya google maps nyasar terus hehe
DeleteHahahaha ...
ReplyDeleteKalo saat ditemuin pertamakali lihat banyak bocah yang lagi kencing ... namanya mungkin jadi pantai kencingindong ... hahaha 😂
Btw, pantainya apik.
Pasirnya putih.
Ada dermaga kecil, cakep buat duduk nongki disana.
hahaha..
Deleteiya pak, keren banget! wajib ke sana bersama keluarga tercinta
Penginnya siih malah sendirian kemping di tepi pantai ... biar kayak adegan film ala2 terdampar di pulau 😃
DeleteSuka bangat liat sunsednya. Pantai di Jepara memang terkenal bngt dengan keindahannya. Kirain cuma karimun jawa doang pantai di Jepara ternyata masih ada pantai bandengan ini.
ReplyDeleteada pulau panjang juga kak.. bisa mampir hehe
DeleteWah keren nih pantainya, sunsetnya mantap
ReplyDeleteiya gan.. wajib banget ke pantai ini!
Deletetempat wisata pantai bandengan sangat ane idemin tuh dari dulu, tapi belum kesampean gan hehe
ReplyDeletengga usah banyak mikir lagi gan.. langsung pesen tiket ke jepara!
Deletewah keren gan
ReplyDeletemakasih gan.. jangan lupa piknik
DeleteTambah bagus ya sekarang, dah lama nggak ke sana lagi :)
ReplyDelete#jarangpikniksaya :D
ayo ke sini lagi bang
Delete