ping fast  my blog, website, or RSS feed for Free Catatan Brutal: April 2012

Monday, 23 April 2012

American & Russian Submarines

German fisherman was at the sea with a small boat. After some time American submarine surfaced near him.
The captain asked the fisherman: “Which way is Alaska?”
The fisherman points his finger: “That way!”
“Thanks!” says the American, shouts “South-South-East, bearing 159.5 degrees!” down the hatch and the submarine submerges.
Ten minutes later a Soviet submarine emerges. The Russian captain opens the hatch and asks the fisherman: “Where did the American submarine go?”
The fisherman replies: “South-South-East bearing 159.5 degrees!”
“What?”, asked Russian captain.
“I said, they went to South-South-East bearing 159.5 degrees!”
“What did you mean of that? You’d better show us the direction with your finger, if
you don’t want us to sink you!”

Tuesday, 17 April 2012

Superman Is Dead-Kuta Rock City

Intro  E5-B5-E5 C#5 G5 A5 4x

        E
Getting dressed and getting drunk
make some noise dont left behind
        A      B          E
And the scars around your back
      E
Never sleep dan never fall, we are young and we are free
      A       B        E
So we sing it loud and clear
       E
Like a rocket like a bomb, do we have to take it slow
         E5   D#5 C#5 B5 A
And then here we are again
  A                 E
Tequila blast and Cadillac girls
         B     A        E
With the music swingin' hard

  A                 E
Tequila blast and Cadillac girls
         B     A        E
With the music swingin' hard
  A                 E
Tequila blast and Cadillac girls
         F#m            B
With the music swingin' really hard

Chorus
        E                    A    B
In Kuta Rock City, where the evil dance
     E                    A    B
Kuta Rock City, where the hero dies
     E                  A      B
Kuta Rock City, where's all my cash?
     E                       A        B
Kuta Rock City, please don't break my heart again!

      E
It is late and getting' hot, with the engine runnin' fast
      A     B     E
Story of suburban trash
        E
Against everything you know, like a rebel with a gun
        A     B  E
No time for society
     E
Recognize and realize, move it just a little fast
         E5   D#5 C#5 B5 A
And then here we are again
  A                 E
Tequila blast and Cadillac girls
         B     A        E
With the music swingin' hard

  A                 E
Tequila blast and Cadillac girls
         B     A        E
With the music swingin' hard
  A                 E
Tequila blast and Cadillac girls
         F#m            B
With the music swingin' really hard


Interlude E B 4x A-B-A-B-A-C#m B
              B A G#m F#m

Outro  E B 4x A-B-A-B-A-E

Monday, 9 April 2012

StandUp Comedy

Rekan-rekan penggemar stand up comedy, tulisan ini hanya sekadar  warming up untuk menjawab rekan-rekan muda yang punya minat besar pada kesenian ini tapi mereka gamang, sepertinya kesenian itu hanya milik sejumlah “elit stand up comedy founder di Indonesia”, seakan-akan dengan menebar terminologi yang serba Inggris minded, kesenian ini hanya layak dimainkan oleh orang-orang khusus dan gaul …. tidak, tidak. Siapapun anda, muda-tua-nenek2-kakek2, selama pikiran anda terbuka, bertenggangrasa terhadap perbedaan, punya rasa humor yang baik, mengapa tidak? Bahkan beberapa comic kelas dahsyat di AS, justru orang-orang gaek, karena hidupnya sudah komplet, ilmunya matang dan wawasannya luas dan mendalam sehingga out put karyanya juga oke banget. Wacana ini hanya menyentuh di relung dasar dari ilmu stand up itu sendiri. Kalau ada istilah basic, maka yang ini pre-basic; sesudah itu bagi anda yang ingin mencapai tahapan advance, silakan melakukan pembelajaran diri, karena sumber belajar di zaman kini terbuka seluas langit sedalam samodra, so enjoy yourself!
Be able to develop stand-up comedy skills and techniques….
(Gimana sih cara tampil yang oke di stand up comedy?)
  • · Physical, vocal and acting skills: body language; characterisation; microphone techniques; vocal and physical exaggeration; timing; style of delivery; stagecraft; stage presence.
  • · Comedy technique: eg audience interaction, heckling, observation skills, set-up and payoff, satire, mimicry, solo material and sketch writing, opening patter, delivery, rant-and-rave technique, formula gag.
  • · Tubuh, vokal dan akting, meliputi: bahasa tubuh, karakterisasi {gaya pribadi}, teknik pegang mikrofon, olah vokal dan fisik (lebay, ekspresif, pokoknya yang bisa menarik perhatian), manage waktu, gaya penyampaian, kepandaian menyajikan fragmen2/suspen2/joke2 kecil; dan teknik muncul di panggung.
  • · Teknik melucu, meliputi: interaksi dengan penonton misalnya dengan melempar teka-teki, meminta komen, menjadikannya sebagai contoh kasus dsb pokoknya disesuaikan situasi dan kondisi, mengejek, (saran saya –dms – untuk kultur Indonesia sebaiknya mempertimbangkan ajaran Charlie Chaplin berikut ini: kalau anda ingin mempermainkan seseorang, maka orang itu sebaiknya orang yang saat itu berada di posisi kuat, pongah, arogan atau sewenang-wenang….), melakukan observasi (tentu dengan analisis yang mengejutkan/miring/sodrun, pokoknya baru dan beda), set-up dan hasil (membangun suasana lelucon hingga mencapai titik ledak) , satir (humor pahit dan penuh sindiran), mimikri (meniru lalu memplesetkan obyek yg ditiru), menyiapkan sendiri baik garis besar cerita maupun materi lelucon, sampaikan (opening) dengan cepat, luncurkan lelucon secara taktis dan mempertimbangkan sikon, pintar2 menggunakan teknik mengomel-dan memuji, resep melucu tiap comic mungkin beda-beda, jadi yakin pada metode anda sendiri.
Be able to select, develop and refine stand-up comedy material
(Gimana cara mengembangkan dan menyempurnakan materi stand-up komedi)

  • Stimulus: explore ideas related to sources eg text, props, pictures, found objects, music, voice, song, words, stories, masks, costume, poetry, paintings, sculpture, buildings, topical events, news


  • Manipulation: use of words; action and movement combined; technical involvement; other media eg live sound and recorded sound, multi-media


  • Development: taught material; original material; motifs; themes; physical style


  • Create: devise; adapt; experiment; rehearse; appraise; test; modify


  • Context: nature of material; potential audience; types/functions of venues; formal/informal relationship


  • Constraints: health and safety; copyright; legal; technical; financial; access; location; resources

  • Stimulus atau perangsang: kembangkan atau eksplor ide anda baik itu yang berhubungan dengan materi sendiri maupun benda-benda yang ada di sekitar: alat peraga, gambar, properti, musik, suara, lagu, kata-kata, cerita, topeng, kostum, puisi, lukisan, patung, bangunan, peristiwa topikal, berita terkini, dan seterusnya.
(Saran dms: salah satu cara untuk mempertajam kemampuan mendeskripsi dan menganalisis (termasuk berimajinasi), satu-satunya jalan anda musti banyak membaca baik koran, majalah, buku, internet dst dst, juga banyak menonton film, dokumenter, TV, dst dst, banyak denger radio atau sumber verbal lainnya (gosip?), dan tentu saja banyak bergaul, jalan-jalan di lingkungan yang anda pada mulanya ogah atau enggan – manfaatnya untuk melakukan observasi, analisis dst dst ….pendek kata semakin luas bacaan, wawasan, dan pergaulan, semakin anda kaya dengan bahan dan tentu saja semangkin mendalem. Melatih terus menerus untuk menulis dan menulis opini lucu yang pendek-pendek saja (lucu yg dimaksud pake sudut pandang yg baru dan beda tadi)…jadi dengan begitu anda lama-lama akan ketemu apa yg dimaksud, siapa gue, mo ngapain, bisa apa aja, setelah itu saatnya anda berteriak pada dunia: inilah gue! Sang comic sejati, siap menghibur anda, dan so pasti mutu komedi gue jauh dari garing dan boring….eng ing eng!!!)
  • Manipulasi: kata-kata; kombinasi tampilan dan gerak tubuh; hal-hal yang berhubugan dengan teknis; media lain, misalnya suara live dan suara rekaman, multi-media, dan lain-lain

  • Bangun: materi yang pernah diajarkan, materi sendiri; motif/target atau tujuan; tema; gaya fisik

  • Bikin: suatu cara/rancangan, cara beradaptasi; melakukan percobaan; melatih, menilai, menguji; memodifikasi

  • Konteks: materi asli; potensi audiens; jenis / fungsi tempat/lokasi; hubungan formal / nonformal

  • Kendala: kesehatan dan keselamatan diri; hak cipta; hukum; masalah teknis; keuangan, akses, lokasi, sumber daya
Be able to take part in the performance of stand-up comedy
(Gimana cara mengambil bagian dalam pentas stand-up comedy)

  • Performance skills: use of body; voice; acting; instrument; equipment; materials; props; communication and interaction; timing; participation; energy and focus; responsiveness


  • Presentation of ideas: eg verbal, visual, textual, audio, physical, technical, vocal, musical
  • Performance skills: penggunaan tubuh, suara, akting, instrumen, peralatan, bahan, alat peraga, komunikasi dan interaksi, waktu, partisipasi, energi dan fokus; respon

  • Presentasi ide: misalnya verbal, visual, tekstual, audio, fisik, teknis, vokal, musik
Pembaca yang budiman, beginilah tradisi orang bule dalam mendekati masalah selalu berupaya menyajikan itu dengan cara seilmiah mungkin: artinya, mereka bikin sistematika, struktur, unsur yang ada di dalamnya, bagaimana cara kerjanya dsb dsb, jangan ciut nyali dengan itu semua, kita ikuti aja dulu, pada akhirnya teknik dan kompleksitas yang dipaparkan itu cuma salah satu bentuk komunikasi yang bisa diterima “orang2 sekolahan”; sementara orang-orang otodidak atau empiris lebih dituntun pada naluri dan insting semangat belajar dan berlatih yang tinggi untuk mencapai prestasi yang sehebat-hebatnya. Tidak perlu ada polarisasi atau pertengkaran mana yang hebat mengenai ini, juga tidak perlu ada penafian terhadap yang tidak tahu teknis sekolahan mengenai ini. Bahkan beberapa penemuan metodologi baru justru ditemukan oleh orang-orang “liar” dan bandel, karena dia tidak berada dalam sandera atau kurungan metodologi yang seakan-akan sudah baku dan selesai padahal namanya kesenian, dia bergerak sedinamis kehidupan itu sendiri.
Salam Humor!

Friday, 6 April 2012

Sebuah Kisah Klasik

Intro : G

        Am
Jabat tanganku
                    G
Mungkin untuk yang terakhir kali
      Am
Kita berbincang
                Em
Tentang memori dimasa itu
      Am
Peluk tubuhku
             G
Usapkan juga air mataku
      Am
Kita terharu
              Em
Seakan tiada bertemu lagi

    C
Bersenang-senanglah
             Bm                        Am
Karena hari ini akan kita rindukan dihari nanti
                        G
Sebuah kisah klasik untuk masa depan
    C
Bersenang-senanglah
              Bm             
Karena waktu ini akan kita banggakan
    Am   D    G
Dihari tua hooo,.,.

Reff :
                   C                 Bm 
Sampai jumpa kawanku semoga kita selalu
                  Am                       G
Menjadi sebuah kisah klasik untuk masa depan
                   C                 Bm
Sampai jumpa kawanku semoga kita selalu
                  Am                       G  
Menjadi sebuah kisah klasik untuk masa depan

Interlude : Am Bm C D Bm C D

    C
Bersenang-senanglah
              Bm             
Karena waktu ini akan kita banggakan
    Am   D    G
Dihari tua hooo,.,.

Balik ke Reff
Interlude : C Bm Am G 2x

        Am                     G  
Mungkin diriku masih ingin bersama kalian
        Am                     Em
Mungkin jiwa ku masih mau sanjungan kalian

Sunday, 1 April 2012

Pungguk Merindukan Bulan

          Kadang hal yang diharapkan berbenturan dengan kenyataan. Orang menganggapnya sebagai takdir. Di sitiulah perasaan bermakna, salah satunya adalah cinta. Apa yang dialami Ali memang biasa, terjadi pada manusia umumnya. Tetapi ini menjadi luar biasa, ketika ia merasa bahwa simpatinya sebagaimana pungguk merindukan bulan.Sudah hamper 1 tahun ia memendam seribu rasa yang membuat jantungnya berdebar kencang saat melihat sang pujaan hatinya.
         “Kita pilih duduk di sini aja. Ayo dong ceritain gebetan barumu,” tiba-tiba terdengan suara serak yang mengusik lamunan Ali.“Iya... Mel, mumpung kita ngumpul nih,” jawab teman Melinda.“Masak lo main rahasiaan sama temen sendiri,” tutur temannya lagi.Ali mendadak gugup. Nggak salah lagi itu Melinda. Melinda cewek yang sangat dikagumi para cowok-cowok di sekolah.Ali nyaris nggak bergerak. Mneyadari cowok tampan yang sedang ditaksirnya itu ada di meja belakangnya. Saat sedang barengan dengan teman-teman aja Ali sudah nervous .... apalagi sekarang ia sedang sendirian. Tapi untuk yang satu ini, rasa ingin tahunya jauh lebih besar. Dan apa tadi? Mereka lagi ngomong soal gebetannya Melinda. “Wah..... Wah....jadi bener nih, dia tinggal di jalan Tumbuhan?” tanya teman Melinda.Deg, Ali nyaris tersentak. Bukankah itu jalan tempat ia tinggal? Jalan itukan kecil, jadi ia kenal hampir semua penghuninya. Kayaknya nggak ada yang seumuran dia, rata-rata sudah kuliah dan kerja. Rasa ingin tahunya semakin memuncak.“Iya, anak kelas satu juga. aku memang naksir dia. Soalnya dia ganteng banget, pintar dan baik. Pasti dong banyak saingannya. Makanya aku jaga jarak biar dia penasaran,” suara Melinda terdengar riang.Jantung Ali berdegup kencang. Ia semakin yakin , selain dia nggak ada anak kelas satu SMA tinggal di jalan itu. Kalau masalah kecerdasan otak, Ali memang selalu jadi juara satu sejak cawu pertama. Semuanya klop. Mungkin yang dimaksud Melinda itu dirinya?.“Wah, gadis satu ini sudah berketuk lutut. Terus kapan dong kamu pdkt sama dia?” desak temannya. “Oh my god,” Ali nyaris menahan napas. “Eh, ngomong-ngomong siapa namanya?” tanya temannya lagi. “Ali,” jawab Melinda. Kali ini Ali nyaris nggak mampu menahan diri. Ingin rasanya ia melompat dan berteriak, kalau saja nggak ingat di mana dia berada sekarang. Ini benar-benar keajaiban. Melinda naksir dia. Berita ini wajib diceritakan pada sohib-sohibnya.

      Pukul setengah tujuh malam, semua persiapan sudah sempurna. Sekarang Melinda naksir dia. Primadona sekolah itu menyukai cowok biasa seperti dia. Ali bernyanyi bahagia.
“Kamu nggak sedang melamun Li?” kata Ilham sambil terkikik. “Iya Li, jangan-jangan itu cuma halusinasi aja,” timpal Shali. Ali pura-pura merengut sambil berucap “Pendengaranku masih normal dan aku nggak bakalan cerita kalau tahu reaksi kalian begini”. “Bukan begitu Li, Kalau benar Melinda naksir kamu, kok bisa tenang-tenang aja sih?” kata Ilham dan Shali. Runo mencoba menengahi. “Kan Melinda sendiri yang bilang dia sengaja jaga jarak soalnya malu. Udah deh, pokoknya mulai besok akan bakal jadi cowok paling bahagia di dunia,” ujar Ali tersenyum bahagia.
         Keesokan harinya, Ali pergi ke toko bunga untuk membeli mawar merah yang akan digunakan untuk menembak Melinda nanti malam. Setelah bulan bersinar Ali yang sudah berpakaian rapi dan memakai minyak wangi. Dia membulatkan tekatnya berangkat ke rumah Melinda untuk menyatakan cintanya dengan hati yang berdebar-debar. Tibanya di rumah Melinda dia melihat Melinda dengan seorang cowok tampan. Mereka terlihat sangat akrab, “Ali sebenarnya aku suka sama kamu” kata Melinda malu-malu kepada cowok yang sedang bersamanya.
        Setelah Ali mendengarkan percakapan Melinda dengan cowok yang namanya juga Ali, dia langsung pulang sengan hati yang hancur seperti di ledakan dengan 10 megaton TNT. Dan Ali jadi malu sama teman-temannya karena Ali yang dimaksud Melinda bukan dirinya.
          Sepulangnya Ali dirumah dia langsung di ajak orang tuanya makan diluar. “Oya…. Ali. Ibu lupa cerita tentang cucunya Bu Lia, padahal sudah sebulan lho….. Kapan- kapan kamu main ke sana ya? ” tiba-tiba Ibunya bercerita. Ali Cuma mengangguk tanpa semmangat.
         Ketika melewati rumah Bu Lia, Ali melihat cowok yang ada di rumah Melinda semalam. Ali bertanya kepada Ibunya “Siapa anak itu Bu? Kenapa masuk ke rumah Bu Lia?” “Oh dia itu cucunya Bu Lia namanya sama dengan kamu… Ali.” “Wah… ternyata dia cucunya Bu Lia, kalau bukan mungkin dia sudah babak belur.” Kata Ali dalam hati.

Saat SMA (bahasa jawa)

     Ceritaku diwiwiti sak lebare aku kenal karo Maha nanging ora mung kuwi. Aku saya akrab saklebare aku lunga kemah karo Maha, sakliyane lunga bareng aku uga sakregu karo Maha.
            Dina kawitan paskemah aku bingung kudu ngangsu kanggo masak ing ngendi, mung modal nekat aku langsung mangkat gawa ember. Satekane panggonan tendo kesekertariatan aku ketemu karo cah wadok lan cah wadok kuwi ayu tenan sak liyane ayu bocahe uga krudungan, krudungane nambahi manis tenan. Nalika nulis presensi ijin metu aku mung bisa deloki cah kuwi thok, gara-gara aku nglowoh aku dadi disengeni mas-mase sing jaga presensi. Aku grogo metu bareng karo bocah ayu.
            Aku mlaku barang karo cah wadok kuwi kamangka aku karo kae during kenalan barkuwi dheweke tekok “ awakmu pak ngangsu pok...?” Aku mung bisa grogi nanging aku tetep mangsuli “ hmmmmb”.
            Bar kuwi dheweke takok meneh  “ lha jenengmu sapa?” “aku” semaurku karo bingung “yo lah, mosok seng dodol pangsit kae” kondone kae karo guyu “ nengapa si….” tekoke karo aku “aku cintya” semaore bar ngono ku takon “lah iki pak ngangsu neng ndi?” cintya mangsuli “ yo nang kali mosok ning pombensin.”
            Sak tekae kali aku njupuk banyu, nalika aku njuk banyu cintya raup lan krudunge dicopot. Subhanallah tambah kesengsem aku. Sak tekane tendha aku isin kelingan ma uterus nganti bengine. Nalika aku ngalamun Maha teka gawakake jagung baker, sak durunge diwenehke aku. Jagung sing isih panas kuwi ditempelake ing pipiku. Aku njempling karo njerit, gara-gara njerit mau aku diundang ing sumber suara. Aku kon ngadek nganggo sikil siji. Yo wis aku ngundang Maha ben dihukum karo mas-mase. Nalika dihukum aku weruh pujaan hatiku marani aku karo Maha. “ayo kuat-kuatan” omonge karo guyu. Aku mung bisa dlopong ndelangke cintya, tembe sadhar aku, Maha padha bae ndlopong. Karang aku dugal Maha takjoroke “opo diq?” Maha getak aku “ dlok apa koe” wangsulanku bar kuwi cintya pak bali ing tendho “ Sidiq, Maha” aku kaget “lho kok bisa kenal karo koe si?” omongku karo bingung “owokwokw” Maha mung guyu thok. Limang menit bar kuwi aku kabur karo Maha.
            Ora krasa telung dina wis tk lakoni, waktune kudu bali. Ning njero truk Maha utah, lha wetengku krasa mules. Karang jenenge kanca angger mules yo mules bareng. Saktekane omah aku tepar ora bisa apa-apa. Aku sms Maha, Maha malah jare ibuke kerokan gara-gara masuk angin.
            Esuke nalika mangkatt sekolah gegerku karo Maha plonteng-plonteng abang soale kerokan. Lan tanpa sakkartine aku jebul Maha nembak cintya karang aku gah kalahsaing aku langsung nang kelase cintya. Aku langsung ngomong “ cin, jujur aku trisna, aku pengen dadi pacarmu koe gelem ora?” dheweke malah meneng “yowes ora usah jawab sak iki seuk-sesuk yo ora papa” aku semaur karo ndemek tangane cintya. “yow is aku tak nang kelas sek yo” “hmmmb” semaure cintya.
            Dina kapig papat cintya ora mangkat sekolah, otomatis aku karo Maha goleki lan khawatir sanget. Jebule cintya pindah sekolah tapi sak durunge pindhah cintya nitipke laying kanggo aku lan Maha, layange dititipke kancane jenenge Suyana. “diq karo maha, sabar yo..cintya pindhah amarga ana masalah keluarga, iki layange kanggo cah loro kadi cintya” omonge Suyana karo aku lan Maha.
            Sakbare maca laying kuwi aku lan Maha nangis dineg-neng karo kanca-kanca. Dina ganti minggu, lan minggu ganti wulan. Pitung wulan sakwise cintya pindah Maha mangklih gering. Aku mung bisa priyatin lan nyangap Maha pas arep mangan.
            Aku wis janji ora pak mikiri kae meneh. Bar ngono ana bocah pindhah anyar saka Limung jenenge Reziandra. Reziandra iki njagong ing jejerku, takakoni bocahe ayu lan ora kalah karo cintya. Maha sing sakiki mesakake disia-sia josi karo ikmal terus. Angger bagas kancaku sak kelas malah jodohke aku karo reziandra sak atos-atos watu akhire aku malah dadi pacaran karoreziandra. Aku lan pacarku sepakat pak lurokake maha pacar ben maha gelem mangan meneh. Pas isuk-isuk maha dioyak-oyak boby karo nahl, jebule maha ngenyek upik nganthi nangis. Boby karo nahl ngomongake karo ketua lan wakil kelase yaiku adit lan khadam. Langsung bar kuwi mau maha disengeni sak kelas nanging ana bocah siji sing mbelani Maha. Meta sing tembe mangkat mbelani Maha, langsung bar kuwi komandan suyana karo titin nyoraki “ edian…. Ah.. ana seng belani kie ooo…. langsung jadian ye…”. Langsung sak kelas balangi Maha karo Meta nganggo kertas kalebu bocah-bocah sing sih padha pacaran neng buri.