ping fast  my blog, website, or RSS feed for Free Catatan Brutal: Kecil Tapi Besar

Tuesday, 4 March 2014

Kecil Tapi Besar


Di dunia ini kita sebagai manusia tidak tinggal sendiri, masih ada hewan, tumbuhan, dan mantan yang selalu membayang-bayangi. Biasanya gw selalu cerita tentang kegiatan Sehari-hari gw yang emang nggak penting buat dibaca. Tapi pada postingan kali ini gw nggak main-main, dan nggak asal nulis. Gw telah melakukan research secara mendalam sampai bagian terdalam dari celana dalam dan secara mendetail ke bagian pentil (pentil disini bukan pentil yang ada dipikiran kalian, tapi pentil yang itu) terkecil sekalipun.

Baikah.

Sejak seminggu yang lalu dari dipostingnya tulisan ini, gw telah meneliti kehidupan seekor semut. Tapi semut nggak punya ekor, ganti sebutir aja deh ya...

Jadi gini, seminggu ini gw memata-matai kehidupan sebutir semut yang gw kasih nama tetet. Tetet ini adalah sebutir semut jenis apa gw nggak tahu. Tapi setelah melihat kesehariannya gw jadi tahu kalo dia itu semut jenis pekerja keras, sehat, kuat, hemat, cermat, dan bersahaja.

Pada hari kedua pengamatan gw langsung tahu bahwa si tetet ini semut yang sopan, setiap bertemu dengan semut lain yang bahkan belum dia kenal selalu dia sapa, dan salami.


Hingga pada suatu ketika si tetet sedang mengangkat jemurannya. Tiba-tiba dia melihat sesosok siluet semut betina yang menutupi matahari bagaikan gerhana yang membentukan lekukan-lekukan seksi (seksi disini bagi semut ya.. ini bukan blog tentang cerita dewasa, jangan berharap lebh). Dengan tatapan kosong dan pikiran yang terbang entah kemana si tetet melongo seperti seekor serigala yang sedang kelaparan lalu melihat ada daging babi yang penuh dengan lemak ada di hadapannya. Angin semilir menerbangkan rambut panjang semut betina itu hingga terurai indah macem model iklan kondom shampo. Jantung tetet berdetak sangat cepat, dan bertambah cepat ketika semut betina itu semakin mendekat dan mendekat sampai ada tepat dihadapan tetet.

“dertakotekoterik...” kata si semut betina. Kalo diterjemahkan ke bahasa Indonesia jadi “hai semut jantan...”

“ciokolopokidipiko..” jawab tetet dengan gugup. Gw terjemahin jadi “hai juga cantik...”

Kalo di ceritain percakapan mereka berdua kayaknya bakal makan waktu. Padahal gw lebih suka makan rendang. Jadi intinya mereka berkenalan, dan si tetet jatuh hati kepadanya. Si semut betina yang bernama titik.

Si tetet tiap malam, pagi, siang, sore selalu melamunkan si titik. Tetet ingin tahu gimana kabar titik, tapi tahu sendiri lah... emangnya ada hape yang seukuran semut? Pengen ngucapin “ceyamadht bhoboq eaa..” aja harus melewati dua gunung dan satu lembah terlebih dahulu. Betapa menderitanya tetet :(
Karena gw kasian lihat tetet yang kebanyakan melamun. Akhrinya gw bantu dia buat ketemu sama titik. Gimana caranya? Nggak usah ditanya. Rumit.

Mereka gw pertemukan di sebuah bukit yang indah, diiringi dengan kicauan burung cucak rowo yang beriringan. Suasana langit yang tidak terlalu gelap dan tidak terlalu panas. Pas pokoknya buat mereka berduaan. Kurang baik gimana lagi coba gw siapin tempat yang romantis dan tidak lupa gw kasih mereka berdua sepersepuluh sendok teh gula untuk menemani mereka berdua.

Dan.....

Beberapa saat kemudian si tetet mulai mengeluarkan gombalan-gombalan jijiknya, mulai dari bapak kamu – bapak kamuan, sampai yang gw rasa kalian nggak perlu tahu dia kelurakan semua. Hingga pada akhir acara, tetet mulai serius. Dengan hidungnya yang mulai kembang kempis, mata memerah, darah bercucuran dari ketujuh lubang yang ada di tubuhnya, sampai antenanya yang tiba-tiba rontok.Tetet mulai mengungkapkan isi hatinya kepada titik.

Gw mulai berfantasi, kalau akhirnya si tetet sama si titik beneran kawin. Lalu siapa nama anaknya? Kalo cewek TETEK? Dan kalo cowok TITIT?!

Karena gw orangnya gampang cemas melebihi orang yang make ganja, tanpa pikir panjang gw langsung mengambil keputusan sepihak.

GW INJEK MEREKA!

Bukannya gw kejam, tapi demi anaknya kelak yang akan mereka beri nama tetek / titit.

Demikianlah hasil research gw selama seminggu tentang semut. Moral value yang bisa diambil dari cerita diatas adalah walaupun kamu kecil tapi punyamu pasti akan jadi besar juga.

SEKIAN. BYE....

No comments:

Post a Comment