ping fast  my blog, website, or RSS feed for Free Catatan Brutal: Lumpia Semarang

Thursday, 13 February 2014

Lumpia Semarang


Nggak terasa udah satu semester gw merantau di Semarang demi mencari ilmu yang kelak akan digunakan untuk mendidik generasi emas Indonesia. Emang sih, kalo dibandingin dengan temen-temen gw yang lain gw orangnya jarang main ke pusat kota Semarang. Maklum kampus gw ada di desa terpencil yang makanan yang paling mewahnya itu nasi goreng. Gw suka banget makan, kalo jalan-jalan ke suatu kota pasti gw nggak pernah ketinggalan buat makan makanan khas daerah itu.

Gw pernah denger ada satu orang bijak yang jauh disana berkata “Jika kamu ingin tahu kepribadian orang di suatu daerah, cobalah makan makanan khas daerah tersebut.”

Gw pernah coba masakan Padang yang rata-rata rasa masaknnya pedas, dan terbukti disana orang-orangnya juga keras, omongannya pedas. Berbeda dengan masakan khas Jogjakarta yang sebagian besar masakannya manis-manis. Yah.. Bukannya gw mau muji orang-orang Jogja. Tapi dibandingkan dengan orang-orang di daerah lain, kepribadian orang Jogja lebih sopan, halus, ceweknya juga manis-manis. 


Karena gw udah sekitar enam bulan tinggal di Semarang, gw juga sekarang jadi tahu kenapa makanan khas kota Semarang itu lumpia. Gw mau tanya dulu deh, kalian udah pernah ngerasain lumpia khas Semarang belum? Kalo udah, apa yang ada di benak kalian saat pertama kali mencoba makanan itu?

Enak?

Bikin nagih?

Kalo kalian jawab kedua pertanyaan gw tadi dengan jawaban IYA. Mungkin otak kalian atau lidah kalian belum diservice kali.

Bukan kenapa-kenapa. Kalo mau jujur, saat gw pertama makan lumpia Semarang gw langsung muntah-muntah. Bukan karena gw lagi hamil. Tapi pada gigitan pertama yang terbayang di kepala gw itu.... TITIT.

KENAPA TITIT???????


LUMPIA SEMARANG ITU RASANYA PESIIING!!!!


KALIAN YANG SUKA MAKAN MAKANAN ITU UDAH TERBIASA DENGAN BENDA PESING DI MULUT KALIAN??!!


Dari rasa sampai bentuknya pun udah menjurus.

Panjang.

Coklat.

Pesing.

Kalo kalian nggak baca ulasan diatas yang bahas makanan apa yang ada dipikiran kalian tentang tiga kata tersebut?? TITIT BUKAN?! Makannya, gw juga bingung sama orang yang rela jauh-jauh ke Semarang buat makan benda pesing itu.

Jadi sekarang bisa diambil kesimpulan bahwa orang semarang itu suka posisi 69. OK? Kalian nggak setuju? Silahkan beri komentar kalian di kolom komentar, atau bisa dimention ke @butuhnama.

SEE YOU.

1 comment: