Yeay! Akhirnya sampai juga di kota
Tegal setelah menempuh perjalanan 8 jam dari kabupaten Batang (iya saya jalan
kaki). Bercanda sih ini.
Alhamdulillah, roadtrip yang kami
lakukan dari kabupaten Batang sampai Bandung berjalan lancar meskipun ini
adalah tidak-terencana-trip. Ha ha..
Sambil gegoleran di kamar, saya
akan berbagi serita pengalaman kuliner selama roadtrip kemarin. Roadtrip kali
ini memakan waktu yang lebih lama, sekitar 12 jam, wew! Dibandingkan saat saya
pergi ke Bandung saat tahun 2012, perjalanan ini membutuhkan waktu yang lebih
lama. Tapi, kami sangat m
enikmati perjalanan ini! Dan kami sangat excited
dengan perjalanan ini karena memang sekarang sangat sulit untuk melakukan
perjalanan jauh, paling tidak harus menunggu saat libur semester.
Pukul sembilan pagi kami mulai
perjalanan dari kabupaten Batang dan berhenti dulu di Kota Tegal. Yeay! Saat
tiba, kami langsung menuju ke sebuah tempat makan yang menjual sate. Kota Tegal
terkenal dengan sate kambingnya.
Kalau lewat Tegal, kita akan
menemukan buanyak sekali warung makan yang menawarkan sate sebagai menu
andalannya. Nah, selain menjual sate biasanya warung-warung itu juga menjual
berbagai menu olahan kambing lainnya seperti sop sampai garang asem.
Tempat makan yang kami singgahi
adalah Warung Sate Batibul Bang Awi. Letaknya ada di pinggir jalan alternatif
yang menghubungkan kota Slawi dengan kota Tegal, tepatnya ada di depan SMK/SMIK
N Tegal. Padahal letak warung jauh dari keramaian tapi parkiran sudah penuh
dengan mobil-mobil dari dalam maupun luar kota yang terparkir rapih.
Piring-piring berisi sate dan
nasi putih akhirnya sampai juga. Walau pun belum sempat masuk ke dalam mulut,
tapi sate ini kelihatannya berbeda dari sate-sate kebanyakan. Hasil bakarannya
sangat enak dilihat, tapi tetap enak melihat Raisa sih ya.. He he
Gigitan pertama masuk ke mulut,
dan rasanyaaaa.. Diibaratkan di surga sate, ada ribuan tusuk sate dan sate ini
itu sate yang paling bercahaya dan beraroma paling memikat. Kami satu meja
setuju kalau ini adalah sate terbaik. Dagingnya sangat empuk lalu berseling
dengan lemak putih yang tidak membuat eneg (mual). Kalau punya perut portable,
bisa deh itu perut saya copot dan dikosongkan agar muat diisi lagi.
For your information daging
kambing yang disajikan untuk sate berasal dari kambing muda pilihan dengan
kisaran umur adalah sekitar 3 bulan. Jadi yang kita nikamti itu bayi-bayi
kambing yang tidak berdosa, tapi enak! Ha ha..
Setelah perut terisi penuh dengan
sate, kami tidak lupa juga untuk mencari kudapan. Kudapan yang terkenal di
Tegal adalah tahu aci-nya.
Kuliner yang tidak pernah
ketinggalan setiap kami ke Tegal. Ada banyak sekali penjual tahu aci di Tegal.
Tetapi setahu saya hanya ada dua yang rasanya sangat enak, yaitu Tahu Murni
Putra yang ada di Jalan Diponegoro dan satu lagi adalah yang terletak di daerah
Banjaran, Tegal. Nah, kami lebih sering mampir ke Tahu Murni H. Siti Rochmah
yang ada di Jalan Raya Utara Adiwerna-Banjaran, Tegal (seberang Bank Mandiri).
Lokasinya memang agak melenceng sedikit dari Kota Tegal. Tetapi tidak jauh,
mungkin hanya sekitar 10 menit dari Kota Tegal.
" wisata kuliner Semarang: 100 tempat memuaskan nafsu di Semarang
Tahu Aci Tegal memang berbeda
dengan tahu aci yang ada di kota-kota lain, mungkin karena jenis tahunya yang
berbeda rasa. Tahu Tegal mempunyai rasa khas tersendiri, dengan tektur yang
lebih lembut dan rasanya lebih gurih.
Tahu Aci terbuat dari tahu kuning
goreng yang kemudian diberi adonan aci yang terbuat dari aci, bawang putih,
garam, tahu, dan kucai. Rasanya kenyal-kenyal gurih dan pastinya enak sekali.
Makan satu buah tidak akan pernah cukup. Saya saja bisa makan sampai satu
bungkus. Hehe. Tetapi memang enaknya disantap dalam keadaan panas, apalagi
ditambah dengan dengan cabe rawit dan kecap. Muantap banget.





Tahan brp hari itu bang tahunya? Saya pernah dikasih orang pas naik kereta Mataremaja... jd inget XD
ReplyDeletekalau beli yang sudah digoreng sih misal beli pagi, siangnya udah alot-alot gitu.. tapi masih enak sih.. nah kalau yg masih mentah sih bisa bertahan lebih lama pastinya
Deletewah naik mataremaja mau kemana?
Wah jadi pengen nyicip tahunya, kayaknya uenak tuh :D
ReplyDeleteenak banget kak.. sini cobain bareng ehe
DeleteEnak bnget nihh.. harga nya brpa yah mas ?
ReplyDeletejadi ngiler hehe kayaknya enak banget tuh jd pengen nyobain.
ReplyDeleteWih serius jalan kaki? Saya sih dulu pernah roadtrip gtu cuma namanya nyetreet,,,biasa numpang numpang truck ala anak punk 😂
ReplyDeleteOwalaah ..., bikin kangen suasana Tegal dan icip-icip sate kambing khas Tegal deeh ... 😁
ReplyDeleteSepengalamanku, rasa daging sate di Tegal memang terasa empuk, prengusnya hilang juga potongan dagingnya gede.
Hahahaa ... , jalan kaki dari Batang ke Tegal dijamin kaki jadi kekaaar bengkak setelahnya 😂
Dulu ke Tegal makan soto nya enak bngat. Satenya juga..
ReplyDeletesotonya seger-seger mantap mas.. apalagi dimakan siang-siang
Delete