Akhir-akhir ini banyak sekali yang tiba-tiba menjadi pecinta fotografi (fotografer) dadakan. Hal ini disebabkan oleh populernya Instagram. Berbeda
dengan twitter atau facebook. Instagram berfokus pada foto atau gambar di
platformnya. Yah meskipun sekarang ini juga Instagram sudah mulai merambah pada
konten video.
Saya sendiri cukup eksis di Instagram. Akun saya
@mahaishis cukup sering mendapatkan DM (direct
message) tentang fotografi. Mulai dari cara editnya pakai apa, cara ambil
fotonya gimana, sampai kamera yang saya gunakan. Dari situ saya memutuskan
untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan melalui blog ini. Sekalian untuk
meningkatkan traffic blog. Ehe.
Baiklah. Markitmul! MARI KITA MULAI!
Sebelum kita mulai, saya akan menjelaskan tentang
dasar fotografi yaitu segitiga eksposure (exposure triangle).
Ini video sebagai
gambaran, dari IG [at]rajeevnz agar kamu biasa dan paham apa itu ISO, Shutter
Speed, dan Aperture. Saran dari saya, biasakanlah setting manual kamera kamu.
Setelah ini saya akan menjelaskan secara singkat satu persatu.
Fotografi sebenarnya
adalah tentang cahaya yg masuk ke kamera.
1. Aperture (f),
bukaan lensa, segede apa lensa dibuka biar cahaya masuk
2. Shutter Speed,
lensa dibukanya berapa lama
3. ISO, sensitifitas
sensor kamera menangkap cahaya
![]() |
| ilustrasi segitiga eksposur (exposure triangle) |
Saya terlebih dahulu
akan membahas bukaan lensa / aperture (f) dan Depth Of Field atau seberapa jauh bidang
fokus dalam foto. Gampangnya seperti ini: saat lensa kamu berada di bukaan
lebar (nilai f kecil), DOF menjadi sempit, dan kamu akan menghasilkan foto bokep
bokeh. Kemudia sebaliknya jika lensa kamu berada di bukaan kecil, DOF akan
menjadi lebar, dan foto yang dihasilkan adalah foto yang tajam pada semua sudut.
![]() |
| menggunakan f/11.0 |
![]() |
| menggunakan f/11.0 |
![]() |
| menggunakan f/1.8 |
![]() |
| menggunakan f/2.0 |
ISO merupakan
sensitifitas sensor kamera menangkap cahaya. Kemampuan ISO pada setiap kamera
bisa berbeda-beda biasanya semakin mahal kamera maka teknologi yang digunakan
juga akan semakin bagus dan menghasilkan kemampuan ISO yang baik. Secara simple seperti ini, jika kamera kamu
diatur dengan ISO kecil maka akan menghasilkan gambar yang gelap. Sebaliknya,
jika ISO di kameramu diatur dengan angka yang besar makan akan menghasilkan
gambar yang lebih terang. Hanya saja perlu diperhatikan bahwa ada efek noise
(bitnik-bintik yang mengurangi kejernihan gambar) yang akan timbul jika ISO
terlalu besar. Saya pribadi biasanya menggunakan ISO maksimal pada angka 800
untuk menjaga gambar terganggu oleh noise.
![]() |
| sumber: diwangs.blogspot.com |
![]() |
| sumber: www.getoffgreenauto.com |
Shutter Speed adalah lamanya
lensa dibuka atau seberapa cepat lensa menangkap sebuah gambar. Untuk mengambil
foto objek yang bergerak seperti foto 1 maka butuh Shutter Speed tinggi, yaitu
sekitar 1/2000 detik. Sedangkan di foto kedua menggunakan shutter speed rendah,
kira-kira pada kisaran 30 detik. Nah untuk pengambilan foto pada shutter speed
selambat itu maka harus dibantu dengan menggunakan tripod agar gambar tidak
blur.
![]() |
| menggunakan shutter speed 1/800s |
![]() |
| menggunakan shutter speed 1/8s |
Berhubung saya baik hati dan tidak sombong, ada tambahan tips untuk membuat Star Effect. Arahkan kameramu menghadap langsung ke sumber cahaya. Ini contohnya.
![]() |
| sumber: amrazing.com |
![]() |
| sumber: amrazing.com |
Caranya begini, setting bukaan lensa kameramu di posisi
paling kecil, alias nilai aperture (f) paling besar di lensa kamu. Kalau masih belum
berhasil juga, tempelkan cahaya ke objek, seperti foto kedua
Kalau secar teorinya begini,
kamu pernah liat cahaya matahari nembus celah2 dedaunan di pohon? Pasti
cahayanya akan menjadi pecah-pecah, Nah kalau cahaya lewat lensa yang dibuka kecil
(nilai f besar) hal yang sama akan terjadi, ada Star Effect tadi.
Sekian dulu tips motret ala-ala dari saya. Kalau ada
yang mau menambahkan, boleh, silakan di kolom komentar. Ada yang mau
ditanyakan? Silakan, boleh. Mungkin saja saya bisa bantu jawab.













Wuiih kece paraaah ..., keren-keren banget hasil bidikan kameramu.
ReplyDeleteMemang sih ya, kalau kita pinter mengatur setting kamera disesuaikan dengan kondisi obyek, hasil foto jadi terlihat oke banget.
wah makasih pak.. masih belajar juga ini hehe..
Deletebiar blog makin enak diliat ehe
Everything is vеry opеn ᴡith a very clear description ߋf tһe
ReplyDeletechallenges. It wаs truly informative. Your website is useful.
Tһank you for sharing!
Tapi aku tu pengennya difoto... :(
ReplyDeleteyuk lah bisanya kapan
DeleteHavіng reaɗ thiѕ I thⲟught it ᴡаs really enlightening.
ReplyDeleteI appreciate you taқing thе tіme and energy to put thiѕ informative article together.
I once аgain find mʏѕelf personally spending а lot of time both reading ɑnd posting comments.
Βut sߋ wһɑt, it waѕ ѕtill worthwhile!
Why visitors stіll maқe use of to read news papers when in thіs technological globe
ReplyDeletetһe ԝhole thing is existing on web?