Nggak terasa udah satu semester gw merantau di
Semarang demi mencari ilmu yang kelak akan digunakan untuk mendidik generasi
emas Indonesia. Emang sih, kalo dibandingin dengan temen-temen gw yang lain gw
orangnya jarang main ke pusat kota Semarang. Maklum kampus gw ada di desa
terpencil yang makanan yang paling mewahnya itu nasi goreng. Gw suka banget
makan, kalo jalan-jalan ke suatu kota pasti gw nggak pernah ketinggalan buat
makan makanan khas daerah itu.
Gw pernah denger ada satu orang bijak yang jauh
disana berkata “Jika kamu ingin tahu kepribadian orang di suatu daerah, cobalah
makan makanan khas daerah tersebut.”
Gw pernah coba masakan Padang yang rata-rata rasa
masaknnya pedas, dan terbukti disana orang-orangnya juga keras, omongannya
pedas. Berbeda dengan masakan khas Jogjakarta yang sebagian besar masakannya
manis-manis. Yah.. Bukannya gw mau muji orang-orang Jogja. Tapi dibandingkan
dengan orang-orang di daerah lain, kepribadian orang Jogja lebih sopan, halus,
ceweknya juga manis-manis.
Karena gw udah sekitar enam bulan tinggal di
Semarang, gw juga sekarang jadi tahu kenapa makanan khas kota Semarang itu
lumpia. Gw mau tanya dulu deh, kalian udah pernah ngerasain lumpia khas
Semarang belum? Kalo udah, apa yang ada di benak kalian saat pertama kali
mencoba makanan itu?
Enak?
Bikin nagih?
Kalo kalian jawab kedua pertanyaan gw tadi dengan
jawaban IYA. Mungkin otak kalian atau lidah kalian belum diservice kali.
Bukan kenapa-kenapa. Kalo mau jujur, saat gw pertama
makan lumpia Semarang gw langsung muntah-muntah. Bukan karena gw lagi hamil.
Tapi pada gigitan pertama yang terbayang di kepala gw itu.... TITIT.
KENAPA TITIT???????
LUMPIA SEMARANG ITU RASANYA PESIIING!!!!
KALIAN YANG SUKA MAKAN MAKANAN ITU UDAH TERBIASA
DENGAN BENDA PESING DI MULUT KALIAN??!!
Dari rasa sampai bentuknya pun udah menjurus.
Panjang.
Coklat.
Pesing.
Kalo kalian nggak baca ulasan diatas yang bahas
makanan apa yang ada dipikiran kalian tentang tiga kata tersebut?? TITIT
BUKAN?! Makannya, gw juga bingung sama orang yang rela jauh-jauh ke Semarang buat
makan benda pesing itu.
Jadi sekarang bisa diambil kesimpulan bahwa orang
semarang itu suka posisi 69. OK? Kalian nggak setuju? Silahkan beri komentar
kalian di kolom komentar, atau bisa dimention ke @butuhnama.
SEE YOU.
This comment has been removed by the author.
ReplyDelete