Apa yang kalian cari saat pergi ke suatu tempat atau
destinasi? Sawah? Gunung? Bangunan bersejarah? Tempat yang instagramable?
Nah, kalau jawaban kalian adalah pertanyaan terakhir saya,
maka kalian harus mencoba datang ke kabupaten Semarang. Kabupaten Semarang yang
berbatasan langsung dengan Kota Semarang ini memiliki banyak sekali tempat
wisata yang instagramable.
Kalau ke kabupaten Semarang, kalian akan ke mana sih? Dari
pertanyaan itu saya akan menyombongkan keindahan wisata di Kabupaten Semarang.
Ya meski sudah banyak juga yang sudah pernah datang ke tempat yang akan saya
bahas sekarang tapi akan saya bahas lebih jelas sebagai informasi tambahan
untuk calon wisatawan di Kabupaten Semarang.
Pertama adalah Gedong Songo. Ini bukan komplek perkantoran
yang ada sembilan (songo) gedung. Gedong
songo adalah komplek candi. Komplek candi ini merupakan peninggalan dari
kerajaan Hindu di desa Candi, Kecamatan Bandungan, tepatnya ada di kawasan
lereng Gunung Ungaran.
| penampakan salah satu candi di gedong songo dari atas sumber: dokumen pribadi |
Kenapa dinamakan Gedong Songo? Apakah benar ada songo
(sembilan) candinya? Iya, benar sekali tapi hanya 5 candi yang tersisa karena
terjadi bencana alam sehingga banyak candi yang rusak. Saya sudah
membuktikannya dengan mengelilingi komplek Gedong Songo (luas kawasan: 230.161
m2) sebanyak empat kali, jumlah candinya tidak berkurang atau
bertambah satu pun.
Entah bagaimana cara membangun candi-candi tersebut di
dataran tinggi ini. Mungkin orang-orang jaman dahulu dibantu autobots untuk mengangkut batu-batu
besar penyusun candi dan sampai bisa terbangun sekokoh itu.
Candi Gedong Songo mulai dibuka pada jam 06.00 dan tutup
pada jam 17.00 WIB dengan biaya masuk sebesar Rp 6.000,- saat hari biasa dan Rp
7.500,- saat weekend atau hari libur
nasional.
| sekelompok mahasiswa yang sedang berkumpul di salah satu candi sumber: dokumentasi pribadi |
Tidak usah takut bosan saat berkunjung ke Gedong Songo, kalian
bisa menyewa kuda yang tersedia di sana. Tapi saran saya, lebih baik kalian
jalan kaki saja untuk pergi dari satu candi ke candi lain karena selain baik
untuk kesehatan rohani baik juga untuk kesehatan jasmani. Soal air minum atau
makanan? Tenang saja. Di sana banyak penjual-penjual yang penuh senyuman
menawari kalian barang dagangannya.
Jika kalian masih ingin berlama-lama berada di Gedong Songo,
bisa juga camping di tempat ini. Di sekitar area wisata terdapat area camping
ground. Menikmati suasana malam di Gedong Songo adalah sebuah sensasi yang
tidak akan mudah kalian lupakan. Beruntung lagi jika kalian dapat berinteraksi
dengan makhluk-makhluk atau hewan-hewan malam di sana.
Perjalanan ke Curug Lawe cukup jauh. Kira-kira sama lah
dengan perjalanan dari Bumi ke Pluto. Sama jauhnya seperti hati mantan yang baru
putus terus udah bahagia sama pacar barunya. Jauh pokoknya.
Bercanda.
![]() |
| sumber: https://myimage.id/ |
Curug Lawe ini jaraknya hanya 7 km dari alun-alun Ungaran.
Curug dengan pemandangan alam yang sangat indah ini sekarang masih menjadi
tempat yang paling sering dikunjungi oleh wisatawan baik lokal maupun dari luar
kota. Berkat instagram, kids jaman now berbondong-bondong untuk selfie
dengan background Curug Lawe. Curug ini bisa dibilang cukup unik karena curug
ini berupa cekungan hampir setengah melingkar dengan aliran air yang jatuh
tepat ditengahnya seperti membentuk benang-benang putih halus.
Pakailah alas kaki yang nyaman di kaki karena jalan yang
akan ditempuh sampai lokasi Curug Lawe licin. Maksud saya licin di sini
benar-benar licin, kalian tidak akan pulang sebersih kalian datang. Jangan
pernah sesekali menggunakan sneakers
dengan tapak licin, sendal jepit, atau pun high heels kecuali kalian digendong
pasangan masing-masing untuk sampai ke sana. Tidak disarankan juga untuk
menggunakan sepatu yeezy.
Tepat jam 15.00 WIB pengunjung sudah tidak diperbolehkan
untuk masuk ke Curug Lawe lagi dan jam 17.00 WIB semua pengunjung harus segera
keluar karena jalan akan berubah menjadi jalan yang di kelilingi hutan itu akan
berubah menjadi jalan yang gelap dan cukup menyeramkan untuk dilewati.
Entah bagaimana sejarahnya tempat ini bisa dinamakan RawaPening. Mungkin pada jaman dahulu ada seorang pemuda keturunan Batak yang
mengerjakan PR di sekitar rawa yang sebenarnya ingin mencari ketenangan, tapi
ternyata saat dia mengerjakan PR di tempat itu kepalanya jadi tambah pusing
(pening).
Maafkan saya yang telah membuat jokes receh ini. Sejarah rawa pening bisa kalian baca di wikipedia
sendiri ya J
![]() |
| sumber: https://4.bp.blogspot.com/ |
Menurut warga sekitar, danau seluas 2.670 hektar ini
ternyata menempati empat kecamatan, yaitu Ambarawa, Bawen, Tuntang, dan
Banyubiru dan berada di cekungan terendah lereng Gunung Merbabu, Gunung
Telomoyo, dan Gunung Ungaran.
Landscape di
sekitar Rawa Pening ini sangat indah dan menyegarkan mata, ditambah lagi dengan
udara yang segar di tempat ini kalian bisa melihat sawah hijau yang terbentang
dan pegunungan yang mengelilinginya. Jadi kalian akan melihat seolah-olah rawa pening ini dipeluk oleh gunung Merbabu dan gunung Telomoyo. Sungguh pemandangan
yang bisa membuat baper.
Bagi kalian yang ingin menikmati pemandangan di atas air
danau pun disediakan perahu sewaan oleh warga sekitar. Untuk harga penyewaan
perahu bervariasi sesuai destinasi yang akan dituju.
![]() |
| sumber: http://1.bp.blogspot.com/ |
Sepertinya liburan kalian di kabupaten Semarang akan menjadi
semakin lengkap dengan mempelajari kebudayaan-kebudayaan setempat. Kesempurnaan
indahnya alam kabupaten Semarang akan terus abadi jika kita sebagai pengunjung
turut serta bersama warga sekitar menjaga kebersihannya. Lalu apa yang bisa
kita lakukan sebagai wisatawan untuk menjaga kelestarian budaya di kabupaten
Semarang?
![]() |
| salah satu karya yang dipamerkan sumber: http://4.bp.blogspot.com/ |
Cukup mudah sebenarnya, hanya dengan berkunjung ke tempat
kebudayaan-kebudayaan daerah dan mengapresiasi para seniman lalu
menyebarluaskan bahwa di tempat tersebut ada budaya yang sangat indah agar
banyak waisatawan lain yang berkunjung.
Kampung seni lerep adalah sebuah tempat yang dibuat oleh
komunitas budaya yang terletak di lereng Gunung Ungaran. Tempat ini bukan hanya
wadah pengelanaan budaya, nguri-uri dan memaknai seni bukan sekedar sebagai
warisan budaya saja. Tempat ini memiliki tujuan yang lebih dari itu, untuk bisa
menjadi lahan penyebaran berbagai pemikiran dan mengolahnya hingga memaknai
proses kerja kebudayaan. Jadi, di tempat ini kalian tidak hanya mendapat
pengetahuan tentang seni dan budaya, tapi juga memaknai dan menghargainya.
![]() |
| pementasan di teater terbuka sumber: http://4.bp.blogspot.com/ |
Banyak fasilitas yang bisa kalian nikmati di kawasan kampung
wisata lerep, antara lain Joglo Indrakila yang merupakan bangunan utamanya,
Joglo Ondrowina, Griya Gladi dan Teater Terbuka.
Penumpahan jiwa seni dalam sebuah karya yang dilakukan oleh
para seniman dapat kalian lihat di Griya Gladi. Di tempat ini juga difungsikan
sebagai ruang pamer hasil karya seni seperti batik, keramik, lukisan kaca dan
lainnya.
Tempat pertunjukan seni dipentaskan di Teater Terbuka. Di atas
lahan seluas 150 meter persegi tersebut dijadikan sebagai tempat pentas seni
pertunjukan modern dan tradisional. Teater ini sangat cocok untuk menghayati
hasil karya seni seperti pertunjukan drama.
Demikian tulisan saya tentang Memanjakan Jiwa di Kabupaten Semarang jika ada kritik, saran atau pertanyaan silahkan ditulis di kolom komen. Jika kalian ingin tahu lebih banyak tentang saya, silahkan cek di sini.Terima kasih.
Demikian tulisan saya tentang Memanjakan Jiwa di Kabupaten Semarang jika ada kritik, saran atau pertanyaan silahkan ditulis di kolom komen. Jika kalian ingin tahu lebih banyak tentang saya, silahkan cek di sini.Terima kasih.





So excited , good luck 👏👌
ReplyDeleteSo excited , goodluck 👏👌
ReplyDeletemantap infonya gan. jadi pengen main kesana juga jadinya
ReplyDelete