ping fast  my blog, website, or RSS feed for Free Catatan Brutal: Memanjakan Jiwa di Kabupaten Semarang

Tuesday, 31 October 2017

Memanjakan Jiwa di Kabupaten Semarang

Apa yang kalian cari saat pergi ke suatu tempat atau destinasi? Sawah? Gunung? Bangunan bersejarah? Tempat yang instagramable?

Nah, kalau jawaban kalian adalah pertanyaan terakhir saya, maka kalian harus mencoba datang ke kabupaten Semarang. Kabupaten Semarang yang berbatasan langsung dengan Kota Semarang ini memiliki banyak sekali tempat wisata yang instagramable.

Kalau ke kabupaten Semarang, kalian akan ke mana sih? Dari pertanyaan itu saya akan menyombongkan keindahan wisata di Kabupaten Semarang. Ya meski sudah banyak juga yang sudah pernah datang ke tempat yang akan saya bahas sekarang tapi akan saya bahas lebih jelas sebagai informasi tambahan untuk calon wisatawan di Kabupaten Semarang.



Pertama adalah Gedong Songo. Ini bukan komplek perkantoran yang ada sembilan (songo) gedung.  Gedong songo adalah komplek candi. Komplek candi ini merupakan peninggalan dari kerajaan Hindu di desa Candi, Kecamatan Bandungan, tepatnya ada di kawasan lereng Gunung Ungaran.

penampakan salah satu candi di gedong songo dari atas
sumber: dokumen pribadi
Kenapa dinamakan Gedong Songo? Apakah benar ada songo (sembilan) candinya? Iya, benar sekali tapi hanya 5 candi yang tersisa karena terjadi bencana alam sehingga banyak candi yang rusak. Saya sudah membuktikannya dengan mengelilingi komplek Gedong Songo (luas kawasan: 230.161 m2) sebanyak empat kali, jumlah candinya tidak berkurang atau bertambah satu pun.


Entah bagaimana cara membangun candi-candi tersebut di dataran tinggi ini. Mungkin orang-orang jaman dahulu dibantu autobots untuk mengangkut batu-batu besar penyusun candi dan sampai bisa terbangun sekokoh itu.

Candi Gedong Songo mulai dibuka pada jam 06.00 dan tutup pada jam 17.00 WIB dengan biaya masuk sebesar Rp 6.000,- saat hari biasa dan Rp 7.500,- saat weekend atau hari libur nasional.
sekelompok mahasiswa yang sedang berkumpul
di salah satu candi
sumber: dokumentasi pribadi

Tidak usah takut bosan saat berkunjung ke Gedong Songo, kalian bisa menyewa kuda yang tersedia di sana. Tapi saran saya, lebih baik kalian jalan kaki saja untuk pergi dari satu candi ke candi lain karena selain baik untuk kesehatan rohani baik juga untuk kesehatan jasmani. Soal air minum atau makanan? Tenang saja. Di sana banyak penjual-penjual yang penuh senyuman menawari kalian barang dagangannya.

Jika kalian masih ingin berlama-lama berada di Gedong Songo, bisa juga camping di tempat ini. Di sekitar area wisata terdapat area camping ground. Menikmati suasana malam di Gedong Songo adalah sebuah sensasi yang tidak akan mudah kalian lupakan. Beruntung lagi jika kalian dapat berinteraksi dengan makhluk-makhluk atau hewan-hewan malam di sana.


Perjalanan ke Curug Lawe cukup jauh. Kira-kira sama lah dengan perjalanan dari Bumi ke Pluto. Sama jauhnya seperti hati mantan yang baru putus terus udah bahagia sama pacar barunya. Jauh pokoknya.

Bercanda.

sumber: https://myimage.id/
Curug Lawe ini jaraknya hanya 7 km dari alun-alun Ungaran. Curug dengan pemandangan alam yang sangat indah ini sekarang masih menjadi tempat yang paling sering dikunjungi oleh wisatawan baik lokal maupun dari luar kota. Berkat instagram, kids jaman now berbondong-bondong untuk selfie dengan background Curug Lawe. Curug ini bisa dibilang cukup unik karena curug ini berupa cekungan hampir setengah melingkar dengan aliran air yang jatuh tepat ditengahnya seperti membentuk benang-benang putih halus.

Pakailah alas kaki yang nyaman di kaki karena jalan yang akan ditempuh sampai lokasi Curug Lawe licin. Maksud saya licin di sini benar-benar licin, kalian tidak akan pulang sebersih kalian datang. Jangan pernah sesekali menggunakan sneakers dengan tapak licin, sendal jepit, atau pun high heels kecuali kalian digendong pasangan masing-masing untuk sampai ke sana. Tidak disarankan juga untuk menggunakan sepatu yeezy.

Tepat jam 15.00 WIB pengunjung sudah tidak diperbolehkan untuk masuk ke Curug Lawe lagi dan jam 17.00 WIB semua pengunjung harus segera keluar karena jalan akan berubah menjadi jalan yang di kelilingi hutan itu akan berubah menjadi jalan yang gelap dan cukup menyeramkan untuk dilewati.


Entah bagaimana sejarahnya tempat ini bisa dinamakan RawaPening. Mungkin pada jaman dahulu ada seorang pemuda keturunan Batak yang mengerjakan PR di sekitar rawa yang sebenarnya ingin mencari ketenangan, tapi ternyata saat dia mengerjakan PR di tempat itu kepalanya jadi tambah pusing (pening).

Maafkan saya yang telah membuat jokes receh ini. Sejarah rawa pening bisa kalian baca di wikipedia sendiri ya J

sumber: https://4.bp.blogspot.com/
Menurut warga sekitar, danau seluas 2.670 hektar ini ternyata menempati empat kecamatan, yaitu Ambarawa, Bawen, Tuntang, dan Banyubiru dan berada di cekungan terendah lereng Gunung Merbabu, Gunung Telomoyo, dan Gunung Ungaran.
Landscape di sekitar Rawa Pening ini sangat indah dan menyegarkan mata, ditambah lagi dengan udara yang segar di tempat ini kalian bisa melihat sawah hijau yang terbentang dan pegunungan yang mengelilinginya. Jadi kalian akan melihat seolah-olah rawa pening ini dipeluk oleh gunung Merbabu dan gunung Telomoyo. Sungguh pemandangan yang bisa membuat baper.

Bagi kalian yang ingin menikmati pemandangan di atas air danau pun disediakan perahu sewaan oleh warga sekitar. Untuk harga penyewaan perahu bervariasi sesuai destinasi yang akan dituju.


sumber: http://1.bp.blogspot.com/
Sepertinya liburan kalian di kabupaten Semarang akan menjadi semakin lengkap dengan mempelajari kebudayaan-kebudayaan setempat. Kesempurnaan indahnya alam kabupaten Semarang akan terus abadi jika kita sebagai pengunjung turut serta bersama warga sekitar menjaga kebersihannya. Lalu apa yang bisa kita lakukan sebagai wisatawan untuk menjaga kelestarian budaya di kabupaten Semarang?

salah satu karya yang dipamerkan
sumber: http://4.bp.blogspot.com/
Cukup mudah sebenarnya, hanya dengan berkunjung ke tempat kebudayaan-kebudayaan daerah dan mengapresiasi para seniman lalu menyebarluaskan bahwa di tempat tersebut ada budaya yang sangat indah agar banyak waisatawan lain yang berkunjung.

Kampung seni lerep adalah sebuah tempat yang dibuat oleh komunitas budaya yang terletak di lereng Gunung Ungaran. Tempat ini bukan hanya wadah pengelanaan budaya, nguri-uri dan memaknai seni bukan sekedar sebagai warisan budaya saja. Tempat ini memiliki tujuan yang lebih dari itu, untuk bisa menjadi lahan penyebaran berbagai pemikiran dan mengolahnya hingga memaknai proses kerja kebudayaan. Jadi, di tempat ini kalian tidak hanya mendapat pengetahuan tentang seni dan budaya, tapi juga memaknai dan menghargainya.

pementasan di teater terbuka
sumber: http://4.bp.blogspot.com/
Banyak fasilitas yang bisa kalian nikmati di kawasan kampung wisata lerep, antara lain Joglo Indrakila yang merupakan bangunan utamanya, Joglo Ondrowina, Griya Gladi dan Teater Terbuka.

Penumpahan jiwa seni dalam sebuah karya yang dilakukan oleh para seniman dapat kalian lihat di Griya Gladi. Di tempat ini juga difungsikan sebagai ruang pamer hasil karya seni seperti batik, keramik, lukisan kaca dan lainnya.


Tempat pertunjukan seni dipentaskan di Teater Terbuka. Di atas lahan seluas 150 meter persegi tersebut dijadikan sebagai tempat pentas seni pertunjukan modern dan tradisional. Teater ini sangat cocok untuk menghayati hasil karya seni seperti pertunjukan drama.

Demikian tulisan saya tentang Memanjakan Jiwa di Kabupaten Semarang jika ada kritik, saran atau pertanyaan silahkan ditulis di kolom komen. Jika kalian ingin tahu lebih banyak tentang saya, silahkan cek di sini.Terima kasih.


3 comments: