Saya menulis artikel ini tepat pukul 22.31 dimana masyarakat
Indonesia yang menurut saya kurang berpendidikan masih mengantri di SPBU
terdekat dikarenakan tadi Presiden baru kita secara resmi telah mengumumkan
bahwa besok tepat pukul 00.00 harga BBM bersubsidi dinaikan. Bensin menjadi Rp
8.500 dan solar menjadi Rp 7.000.
Saya sebenarnya bingung apa sih yang sbenarnya ada di
pikiran rakyat Indonesia? Kalau misalkan harga BBM bersubsidi naik, dan
detik-detik mendekati kenaikan BBM harus rela mengantri sebegitu panjangnya.
Mungkin mereka lebih mementingkan uang daripada waktu berjam-jam yang digunakan
untuk mengantri, padahal waktu itu bisa dimanfaatkan dengan sebaik mungki. Bisa
untuk keluarga, untuk mencari uang tambahan, untuk beristirahat atau sebagainya.
Uang dapat dicari.
Kalau waktu? Waktu terus maju!
Tak ada yang lebih berharga dari waktu. Waktu yang mereka
buang sia-sia demi uang yang tak seberapa. Tangki-tangki kendaraan mereka yang
sudah terisi penuh, apakah itu kepuasan yang mereka inginkan? Toh kalau
penggunaannya yang tidak dikurangi, itu juga akan sama saja. Bahkan lebih rugi.



